Jumat, 22 April 2016

II. Peninggalan Kebudayaan pada Masa Hindu-Buddha
Terdapat banyak sekali peninggalan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dikarenakan masa kerajaan Hindu-Buddha berlangsung cukup lama. Peninggalan-peninggalan tersebut banyak di temukan di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Kedatangan agama Hindu-Buddha menimbulkan dampak adanya keragaman suku, budaya, adat istiadat dan agama di Indonesia. Berikut merupakan peninggalan-peninggalan pada masa kerajaan Hindu-Buddha :
a. Agama
Sebelum agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, masyarakat telah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme ialah suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu dibumi baik itu benda hidup maupun mati mempunyai roh. Sedangkan dinamisme adalah kepercayaan yang meyakini bahwa semua benda-benda yang ada di dunia ini baik yang hidup maupun mati mempunyai daya dan kekuatan ghaib.
Dengan masuknya agama Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia terpengaruh oleh kebudayaannya dalam hal keagamaan, tata krama, tempat peribadatan maupun pendidikannya.
b. Candi
Candi didirikan sebagai makam sekaligus tempat pemujaan, khususnya bagi makam para raja dan orang-orang terkemuka. Pada umumnya candi terdiri atas tiga bagian (triloka), yakni kaki candi, tubuh candi, dan atap candi, pembagian itu melambangkan pembagian alam semesta.
1)  Kaki candi
Melambangkan alam bawah (bhurloka), adalah dunia manusia yang masih berkaitan dengan hal-hal duniawi.
2) Tubuh candi
Melambangkan alam antara (bhurwarloka), adalah dunia manusia yang sudah tidak berkaitan dengan hal-hal duniawi.
3)  Atap candi
Melambangkan dunia atas (swarloka), adalah dunia para dewa, dimana dunia para dewa bersemayam.


Sumber : awidyarso65.files.wordpress.com

Terdapat banyak peninggalan candi di Indonesia, terdapat dua corak candi yang bereda yakni candi peninggalan kerajaan Hindu dan candi peninggalan kerajaan Buddha.

 c. Stupa
Stupa merupakan bangunan suci yang berkaitan dengan agama Buddha. Stupa dimanfaatkan untuk menyimpan abu Sang Buddha dan melambnagkan sang Buddha menuju nirwana. Stupa di Indonesia merupakan bagian dari candi Buddha.
d. Arca
Arca adalah batu yang dipahat membentuk manusia atau binatang yang ditujukan untuk mengabadikan tokoh yang dipatungkan. Arca ini biasanya disimpan dalam candi sebagai penghormatan terhadap dewa dan raja.
e. Gapura
Bangunan berupa pintu gerbang, ada yang beratap (yang kemudian dikenal dengan nama Semartinandu) dan ada menyerupai candi yang berbelah dua yang dikenal dengan nama Candi Bentar.
f. Relief
Seni pahat timbu yang dibuat sebagai pengisi bidang di dinding candi. Pada candi agama Hindu, relief biasanya melukiskan suatu cerita yang diambil dari kitab suci maupun kitab sastra. Sedangkan pada candi agama Buddha, relief menceritakan kisah hidup Siddharta Sang Buddha.
g. Karya Sastra
Perkembangan pengaruh agama Hindu-Buddha membawa kemajuan pesat dalam bidang karya sastra Indonesia. Karya sastra peninggalan masa kerajaan Hindu-Buddha merupakan cerita tertulis yang dikarang oleh para pujangga.

II. Peninggalan Kebudayaan pada Masa Islam
Masuknya pengaruh Islam ke Indonesia terjadi setelah masyarakat Indonesia memeluk Hindu dan Buddha. Tokoh-tokoh penyebar Islam tidak memusuhi agama yang sudah ada, tetapi diusahakan masuk Islam dengan kesadaran sehingga terjadi integrasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam. Hal ini mengakibatkan peninggalan Islam di Indonesia banyak di pengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Buddha
a. Masjid

Sumber : www.pusakaindonesia.org

Gambar masjid di atas merupakan Masjid Demak yang berada di Kalidangu, Demak. Masjid yang di bangun pada masa perkembangan Islam memiliki ciri khas, antara lain sebagai berikut :
1. Beratap tumpang atau bertingkat-tingkat
2. Denah masjid berbentuk segi empat
3. Di sekitar masjid dibangun kolam atau parit
4. Mihrabnya melengkung menyerupai kalamakara
5. Mimbar berbentuk bunga teratai

b.  Keraton
Keraton berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan sebagai tempat tinggal raja beserta keluarganya.
c. Makam dan Batu Nisana
Batu nisan berfungsi sebagai tanda kubur.
d. Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni menulis Arab yang indah tanpa tanda garis (harakat). Seni kaligrafi yang bernafaskan Islam merupakan rangkaian dari ayat-ayat suci Al-Qur’an.
e. Karya Sastra dan Sastrawan Islam
Terdapat berbagai jenis karya sastra Islam, antara lain :
1. Hikayat
2.  Babad
3. Syair
4. Suluk
Para sastrawan Islam juga giat menyebarkan agama Islam dengan media karya sastra. Dua diantara sastrawan Islam di antaranya yakni Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniri
f. Seni Tari dan Pertunjukan
1. Seni suara, misalnya Shalawat Nabi
2. Tari debus, berkembang dibekas pusat kerajaan Islam seperti Aceh, Banten, Minangkabau, dan Priyangan.
3. Tari Seudati di Aceh. Seudati sering disebut saman (delapan) karena permainan ini mula-mula dilakukan oleh delapan pemain. Dalam Seudati, pemain menyanyikan lagu tertentu yang isinya berupa Shalawat Nabi.
g. Tradisi atau Upacara
Sebelum Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia telah menganut animisme dan dinamisme, Hindu dan Buddha. Dengan masuknya Islam, terjadi akulturasi kepercayaan asli  masyarakat Indonesia dengan budaya Islam. Contoh dari akulturasi tersebut, antara lain Grebeg Maulud  dan Malam Satu Suro.